PELABUHAN TERINTEGRASI KERETA API,
EFESIENSI BIAYA LOGISTIK NASIONAL
Penjelasan
singkat ide (max ½ halaman)
Dari tiga komponen biaya logistik seperti transportasi,
inventori dan administrasi, biaya transportasi dinilai menjadi komponen yang
paling tinggi di negeri ini. Inilah yang menjadi salah-satu faktor tingginya
biaya logistik yakni 24% dari PDB Nasional tahun 2014 (Survey World Bank).
Perlu adanya pengalihan atau pengurangan moda angkutan darat ke moda lainnya
ataupun bersinergi dengan moda lainnya. Sinergi antarmoda inilah yang kerap
disebut multimoda.
Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, adalah salah satu proyek
percontohan bandara terintegrasi
dengan kereta api yang saat ini sedang berjalan. Sedangkan pelabuhan di
indonesia belum ada yang
terintegrasi dengan kereta api seperti pelabuhan tanjung priok–jakarta, dan
Pelabuhan Tanjung Perak-Surabaya, sebagai pelabuhan utama. Maka dari itu pemerintah harus
membangun infrastruktur jalur rel kereta api menuju pelabuhan untuk berjalannya
ide kami ini, adapun yang akan diuntungkan dari ide ini ialah pengusaha jasa
angkutan barang yang akan menggunakan moda tersebut, dan tentunya langkah
pemerintah mengefesiensi biaya logistik nasional sehingga dapat menurun dari
PDB Nasional.
Latar
belakang masalah (max ½ halaman)
Dari tiga komponen biaya logistik seperti transportasi,
inventori dan administrasi, biaya transportasi dinilai menjadi komponen yang
paling tinggi di negeri ini. Inilah yang menjadi salah-satu faktor tingginya
biaya logistik yakni 24% dari PDB Nasional tahun 2014 (Survey World Bank).
Perlu adanya pengalihan atau pengurangan moda angkutan darat ke moda lainnya
ataupun bersinergi dengan moda lainnya. Sinergi antarmoda inilah yang kerap
disebut multimoda.
Dalam mewujudkan layanan transportasi multimoda terdapat
isu yang menjadi perhatian pemerintah yaitu standarisasi sarana dan prasarana
guna terwujudnya single seamless services (S3) yaitu single operator, single
tariff, dan single document untuk angkutan barang melalui keterpaduan jaraingan
pelayanan angkutan penumpang dan keterpaduan jaringan prasarana.
Oleh karena itu, maka hal itulah yang melatar belakangi kami
menyusun ide ini. Dengan judul Pelabuhan
Terintegrasi Kereta Api, Efesiensi Biaya Logistik Nasional.
Ide solusi
atas masalah (max 3 halaman)
Rencana Strategis Transportasi Nasional ke depan adalah
terwujudnya layanan transportasi multimoda. Transportasi multimoda, berperan
sebagai penggerak utama angkutan barang di Indonesia sehingga mampu
meningkatkan daya saing produk nasional baik di pasar domestik, regional maupun
internasional. Upaya ini juga selaras dengan akan diberlakukannya pelaksanaan
Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Hal itu, dikarenakan integrasi sistem logistik
ASEAN menyiratkan adanya liberalisasi di bidang jasa angkutan multimoda di
kawasan ASEAN dan menuju liberalisasi jasa pada tataran global.
Angkutan Multimoda berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2011:
Transportasi barang dengan menggunakan paling sedikit dua moda transportasi
yang berbeda, atas dasar satu kontrak yang menggunakan dokumen transportasi
multimoda, dari suatu tempat barang diterima oleh operator transportasi
multimoda ke suatu tempat yang ditentukan untuk penerimaan barang tersebut. Dalam hal ini kami membahas moda kapal laut dan kereta api yang saling
bersinergi satu samalain.
Penyelenggaraan angkutan antarmoda/multimoda bertujuan
mewujudkan pelayanan one stop service, dengan indikator single seamless service
(S3) single operator, single tariff dan single document untuk angkutan yaitu
barang. Dengan menggunakan moda kapal dan
kereta api itulah yang akan mengefesiensi biaya logistik nasional.
PRADIGMA
TRANSPORTASI MULTIMODA
(Sumber :
SISLOGNAS)
CONTOH
PENERAPAN TRANSPORTASI MULTIMODA DI INDONESIA (Sumber : SISLOGNAS)
Dari pradigma dan contoh penerapan transportasi multimoda
diatas, maka perlu adanya kesinambungan atau terintegrasinya moda tersebut hal
itulah yang membuat kami berfikir bahwa harus adanya pelabuhan yang
terintegrasi dengan kereta api agar biaya logistik pun ikut menurun dari PDB
Nasional.
Dampak
positif (max 1 halaman)
Dampak positif dari ide yang kami buat terhadap
masyarakat ialah dengan adanya pelabuhan yang terintegrasi dengan kereta api
ini, tentu masyarakat khususnya pengusaha dapat dengan mudah dan cepat untuk
melakukan pengangkutan barang dan bagi pemerintah tentunya ide ini sebagai
langkah untuk mengefesiensi biaya logistik nasional.
Selain itu keuntungan dengan menggunakan transportasi
mutimoda khususnya bagi pengguna jasa angkutan barang ialah :
·
Mengurangi waktu yang hilang pada
transhipment point ;
·
Mengangkut lebih cepat, menekan
kerugian terhadap jarak, dan menghemat permodalan ;
·
Mengurangi beban dokumentasi,
formalitas dan birokrasi ;
·
Menghemat biaya karena tarif
rata-rata dan biaya asuransi turun ;
·
Memerlukan satu agen saja sebagai
penanggung jawab ;
·
Menurunkan harga barang ekspor ;
·
Meningkatkan daya saing barang
ekspor di pasar global.
Hambatan
dan tantangan atas ide (max ½ halaman)
Dalam
pelaksanaan kebijakan pembuatan jalur rel
kereta api menuju pelabuhan ternyata tidak semudah dan
selancar yang diharapkan. Bayak ditemukan kendala dan hambatan mulai dari segi
pembangunan fasilitas sampai pada operasional fasilitas Kereta.
1.
Biaya
Bagi banyak kota, biaya infrastruktur sebuah sistem angkutan
merupakan faktor pengambilan keputusan yang baik sekali. Sebagai solusinya pemerintah telah menggencarkan pembangunan infrastruktur
saat ini, sehingga dalam pembangunan yang sangat mendorong biaya logistik ini,
tentu perlu di preoritaskan.
2.
Jangka Waktu Konstruksi
Diperkirakan akan memakan waktu
lebih lama, seringkali sampai lebih dari 3 tahun. Masalah jangka waktu pembangunan sebagai solusinya pemerintah harus siap mengeluarkan biaya lebih untuk
mendapatkan jangka waktu yang optimal.
3. Tarif Angkutan
Dalam hal tarif kami memberikan solusi agar pemerintah
dapat mengglontorkan dana kepada jasa angkutan kereta api supaya tarif
angkutannya tidak terlalu mahal atau setara dengan angkutan jalan seperti truk
yang saat ini banyak digunakan.
Keberlanjutan
dan replikasi ide (max ½ halaman)
Ide yang kami buat tentunya akan berkelanjutan sampai
puluhan tahun lamanya, dengan pembangunan jaur kereta api menuju pelabuhan ini,
besar kemungkinan para pengguana jasa angkutan penumpang menuju pelabuhan akan
diberlakukan nantinya, jadi penumpang (masyarakat) dapat dengan mudah beralih
transportasi dari kereta api ke kapal.
Tidak hanya ini nantinya penumpang akan menggunakan
singgle ticket untuk beralih moda tanpa harus membeli tiket lagi di pelabuhan
maupun stasiun, jadi cukup sekali beli tiket penumpang bisa menggunakan moda
transportasi kapal dan kereta api.